Tugas Besar



 

Soil Moisture Control For Spinach Plants


1. Tujuan[Kembali] 

a. Mengetahui rangkaian simulasi aplikasi kontrol kelembaban tanah untuk          tanaman bayam dengan proteus.
b. Mengetahui rangkaian simulasi menggunakan Soil moisture sensor, LDR sensor, touch sensor, water sensor, dan sound sensor dengan proteus.
c. Memenuhi tugas besar mata kuliah sistem digital.


2. Alat dan Bahan[Kembali]  

ALAT

1. Baterai 

 


 2. Generator 



BAHAN

    3. Buzzer
            


   


4.   LED
            

Tegangan kerja / jatuh tegangan pada sebuah menurut warna yang dihasilkan:
  1. Infra merah : 1,6 V
  2. Merah : 1,8 V – 2,1 V
  3. Oranye : 2,2 V
  4. Kuning : 2,4 V
  5. Hijau : 2,6 V
  6. Biru : 3,0 V – 3,5 V
  7. Putih : 3,0 – 3,6 V
  8. Ultraviolet : 3,5 V

     5. Ground
             



    6. Motor DC
       

Komponen Motor Listrik :
  1. Stator Coil
  2. Rotor Coil
  3. Main Shaft
  4. Brush
  5. Bearing
  6. Drive pulley
  7. Motor Housing


   7.  Transistor NPN
            



8. Relay
           

9. Op-Amp

                        



12. Soil Moisture Sensor


13. Sensor LDR

                                        

14.  Touch Sensor

                 


15. Water Sensor



16. Sound Sensor

 

17. IC 74247


    •     Pin LT, RBO,RBI bersifat aktif low

      18. Seven Segment
       

 19. IC 74LS83



20. IC74LS139




3. Dasar Teori[Kembali] 
  - BATERAI
simbol baterai

        Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai yang dapat di isi ulang (Rechargeable).

        Baterai dalam sistem PV mengalami berulang kali siklus pengisian dan pengosongan selama umur pakainya. Siklus hidup (cycle life) baterai adalah banyaknya pengisian dan pengosongan hingga kapasitas baterai turun (melemah) dan tersisa 80% dari kapasitas nominalnya. Pabrik baterai biasanya mencantumkan siklus hidup pada spesifikasi teknis baterai. Mencantumkan satu nilai siklus hidup (cycle life) sebenarnya terlalu menyederhanakan informasi, karena siklus hidup baterai juga tergantung pada suhu baterai.

        Dari grafik di atas, terlihat pada suhu operasional baterai yang lebih rendah, siklus hidup baterai lebih lama. Siklus hidup baterai juga tergantung dari DoD, artinya baterai yang dikosongkan hanya 50% dari kapasitasnya, berumur lebih lama jika dikosongkan hingga 80%, namun membuat sistem menjadi lebih mahal, karena membutuhkan kapasitas baterai lebih besar untuk mengakomodasi kebutuhan yang sama.

battery capacity vs temperature

    Jika pada suhu operasional lebih rendah, umur baterai lebih lama,  namun ada efek negatif berkaitan dengan kapasitas baterai. Pada suhu  yang lebih rendah, kapasitas baterai menjadi lebih rendah. Hal ini disebabkan karena pada suhu yang lebih tinggi, reaksi kimia yang terjadi pada baterai bergerak lebih aktif/cepat, sehingga kapasitas baterai cenderung lebih tinggi.

    Terkadang, pada suhu yang lebih tinggi, kapasitas baterai justru dapat lebih besar dari angka nominalnya, meskipun pada suhu tinggi, elemen baterai terlalu aktif, juga berakibat buruk pada kesehatan baterai.

        Buzzer Listrik adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Pada umumnya, Buzzer yang merupakan sebuah perangkat audio ini sering digunakan pada rangkaian anti-maling, Alarm pada Jam Tangan, Bel Rumah, peringatan mundur pada Truk dan perangkat peringatan bahaya lainnya. Jenis Buzzer yang sering ditemukan dan digunakan adalah Buzzer yang berjenis Piezoelectric, hal ini dikarenakan Buzzer Piezoelectric memiliki berbagai kelebihan seperti lebih murah, relatif lebih ringan dan lebih mudah dalam menggabungkannya ke Rangkaian Elektronika lainnya. Buzzer yang termasuk dalam keluarga Transduser ini juga sering disebut dengan Beeper.

- LED
 Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.


Tabel. Warna dan Material LED
Warna
Panjanggelombang [nm]
Material semikonduktor
λ > 760
Gallium arsenide (GaAs)Aluminium gallium arsenide (AlGaAs)
610 < λ < 760
Aluminium gallium arsenide (AlGaAs)Gallium arsenide phosphide (GaAsP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Gallium(III) phosphide (GaP)
590 < λ < 610
Gallium arsenide phosphide (GaAsP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Gallium(III) phosphide (GaP)
570 < λ < 590
Gallium arsenide phosphide (GaAsP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Gallium(III) phosphide (GaP)
500 < λ < 570
Indium gallium nitride (InGaN) / Gallium(III) nitride (GaN)Gallium(III) phosphide (GaP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Aluminium gallium phosphide (AlGaP)
450 < λ < 500
Zinc selenide (ZnSe)Indium gallium nitride (InGaN)
400 < λ < 450
Indium gallium nitride (InGaN)
multiple types
Dual blue/red LEDs,
blue with red phosphor,
or white with purple plastic
λ < 400
Diamond (235 nm) Boron nitride (215 nm) Aluminium nitride (AlN) (210 nm) Aluminium gallium nitride (AlGaN)Aluminium gallium indium nitride (AlGaInN) – (down to 210 nm)
multiple types
Blue with one or two phosphor layers:
yellow with red, orange or pink phosphor added afterwards,
or white with pink pigment or dye.
White
Broad spectrum
Blue/UV diode with yellow phosphor



- MOTOR
       
     Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu


- TRANSISTOR 
        Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki berbagai macam fungsi seperti sebagai penguat, pengendali, penyearah, osilator, modulator dan lain sebagainya. Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang paling banyak ditemukan dalam rangkaian-rangkaian elektronika. Boleh dikatakan bahwa hampir semua perangkat elektronik menggunakan Transistor untuk berbagai kebutuhan dalam rangkaiannya. 
                                   

    Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

        Terminal transistor memerlukan tegangan DC tetap untuk beroperasi di daerah yang diinginkan dari kurva karakteristiknya. Ini dikenal sebagai biasing. Untuk aplikasi amplifikasi, transistor bias sehingga sebagian untuk semua kondisi input. Sinyal input pada basis diamplifikasi dan diambil pada emitor. BC548 digunakan dalam konfigurasi emitor umum untuk amplifier. Pembagi tegangan adalah mode bias yang umum digunakan. Untuk aplikasi switching, transistor bias sehingga tetap penuh jika ada sinyal di dasarnya. Dengan tidak adanya sinyal dasar, itu benar-benar mati.

        Dengan sebuah transistor tipikal, grafik arus kolektor versus arus basis akan terlihat sebagaimana berikut ini 

Cara Kerja Transistor


        Terdapat sebuah hubungan linear (garis lurus) antara arus baris dengan arus kolektor. Dengan kata lain : Arus kolektor secara langsung berbanding lurus dengan arus basis.


- RELAY
                           

        Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

Grafik


- OP AMP
                       

spefikasi Operational Amplifier (Op-Amp) yang ideal memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
  • Tegangan Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
  • Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
  • Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
  • Lebar Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
  • Karakteristik tidak berubah dengan suhu
Cara Kerja Operational Amplifier

                                        Rumus :


- POTENSIOMETER

        Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk dan Simbolnya.

        Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :

  1. Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan 
  2. Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply
  3. Sebagai Pembagi Tegangan
  4. Aplikasi Switch TRIAC
  5. Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser
  6. Sebagai Pengendali Level Sinyal


-SOIL MOISTURE SENSOR
Soil Moisture Sensor adalah sensor yang dapat mendeteksi kelembaban tanah disekitarnya. Sensor ini terdiri dari dua probe untuk melewatkan arus listrik 12 dalam tanah, kemudian membaca resistansinya untuk mendapatkan nilai tingkat kelembaban. Semakin banyak air membuat tanah lebih mudah menghantarkan listrik (resistansi kecil), sedangkan tanah yang kering sangat sulit menghantarkan listrik (resistansi besar).

Sensor ini sangat membantu mengingatkan tingkat kelembaban pada tanaman atau untuk memantau kelembaban tanah untuk pertanian. Pada sensor kelembaban mempunyai 3 macam output kondisi untuk dapat mencari nilai dalam satuan %R H, yaitu kering= 0~358, lembab= 359~460 dan basah= 461~495

- SENSOR LDR


    LDR (Light Dependent Resistor) merupakan salah satu komponen resistor yang nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai sensor ini. LDR juga dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Perlu diketahui bahwa nilai resistansi dari sensor ini sangat bergantung pada intensitas cahaya. Semakin banyak cahaya yang mengenainya, maka akan semakin menurun nilai resistansinya. Sebaliknya jika semakin sedikit cahaya yang mengenai sensor (gelap), maka nilai hambatannya akan menjadi semakin besar sehingga arus listrik yang mengalir akan terhambat.


- TOUCH SENSOR
        Sensor sentuh merupakan sebuah saklar yang cara penggunaanya dengan cara disentuh menggunakan jari. Ketika sensor ini disentuh maka sensor akan bernilai HIGH, karena tubuh manusia terdapat aliran listrik sehingga sensor ini dapat bekerja. Sensor ini dapat kita gunakan untuk menyalakan lampu, motor, membuka pintu dan masih banyak lainnya.                                                                                                                                           
(TTP223B)

        Dalam keadaan IDLE output yang dihasilkan adalah LOW (konsumsi daya sangat kecil) sedangkan saat ada jari yang menyentuh modul ini output yang dihasilkan adalah HIGH. Jika tidak ada aktifitas lebih dari 12 detik maka modul otomatis akan kembali ke mode IDLE (hemat daya).
        Modul dapat dipasang di belakang permukaan plastik, kaca dan bahan non-logam lainnya untuk menutupi permukaan sensor. Selain itu, jika kita dapat mengatur posisi yang tepat untuk sentuhan, kita juga dapat menyembunyikannya di dalam dinding, meja dan bagian tombol tersembunyi lainnya.
Ketika jari menyentuh bagian sensor, modul menghasilkan sinyal high.
a. Arus Output Pin Sink (@ VCC 3V, VOL 0.6V): 8mA b. Arus Output pin pull-up (@ VCC=3V, VOH=2.4V): 4mA c. Waktu respon (low power mode): max 220ms d. Waktu respon (touch mode): max 60ms Cara kerja: 1. Dalam keadaan normal, modul menghasilkan sinyal low (hemat daya).
4. Dilengkapi 4 lobang baut untuk memudahkan pemasangan
3. Jika tidak disentuh lagi selama 12 detik kembali ke mode hemat energi. Kelebihan: - Konsumsi daya yang rendah - Bisa menerima tegangan dari 2 ~ 5.5V DC
- Dapat menggantikan fungsi saklar tradisional


Rumus Tegangan sentuh maksimal  
𝐸𝑆 = 𝐼𝑘( 𝑅𝑘 + 1.5 𝜌𝑠)
Ket:    𝐼𝑘 = Arus fibrilasi
          𝑅𝑘 = Nilai tahanan pada badan manusia 
          𝜌𝑠 = Tahanan Jenis tanah 



- WATER SENSOR
    Water sensor adalah controller yang bisa mendeteksi volume air, tinggi air, serta kualitas air di dalam tangki, sungai, danau, dan sejenisnya dengan akurat dan mudah. Sensor ini merupakan perangkat yang bisa mematikan atau mengobarkan pompa air secara otomatis andai air mulai berakhir atau sudah nyaris penuh.


Tabel water temperature sensor



- SOUND SENSOR  (FC 04)
        Berfungsi untuk mendeteksi suara dan juga dapat mengubah sinyal suara menjadi sinyal elektrik sehingga dapat diproses untuk penggunaan selanjutnya
    Modul Sensor Suara FC-04 yang dapat mendeteksi intensitas suara sekeliling, mengidentifikasi keberadaan atau ketidakberadaan suara (berdasarkan prinsip getaran suara).

                                                


Catatan:

1. Modul sensor suara sensitif terhadap intensitas suara sekitar lingkungan.

2. Ketika intensitas suara lebih kecil dari nilai yang ditentukan, DO menghasilkan nilai tinggi. Ketika intensitas suara luar lebih besar dari nilai yang ditentukan, DO menghasilkan nilai rendah.

3. Port DO dapat dihubungkan secara langsung dengan microcontroller untuk mendeteksi nilai tinggi dan rendah, sehingga dapat mendeteksi suara sekitar.

4. Digital output DO pada modul dapat difungsikan langsung sebagai saklar yang diaktifasi oleh suara (voice-activated switch)




Tabel Jenis bunyi dan Kekerasan Bunyi

- IC 74247

IC 7447, merupakan IC TTL  Decoder BCD to 7 Segment. IC ini berfungsi untuk mengubah kode bilangan biner BCD (Binary Coded Decimal) menjadi data tampilan untuk penampil/display 7 segment  yang bekerja pada tegangan TTL (+5 volt DC).

  • Jalur input data BCD, pin input ini terdiri dari 4 line input yang mewakili 4 bit data BCD dengan sebutan jalur input A, B, C dan D.
  • Jalur ouput 7 segmen, pin output ini berfungsi untuk  mendistribusikan data pengkodean ke penampil 7 segmen. Pin output dekoder BCD ke 7 segmen ini ada 7 pin yang masing-masing diberi nama a, b, c, d, e, f dan g.
  • Jalur LT (Lamp Test) yang berfunsi untuk menyalakan semua led pada penampil 7 segmen, jalur LT akan aktif pad saat diberikan logika LOW pad jalut LT tersebut.
  • Jalur RBI (Riple Blanking Input) yang berfungsi untuk menahan sinyal input (disable input), jalur RBI akan aktif bila diberikan logika LOW.
  • Jalur RBO (Riple blanking Output) yang berfungsi untuk menahan data output ke penampil 7 segmen (disable output), jalur RBO ini akan aktif pada sat diberikan logika LOW.



- SEVEN SEGMENT

Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks. Jenis 7segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1. Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9,  juga bentuk huruf A sampai F (heksadesimal).

Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.


- IC 74LS83


    Penjumlah penuh ini melakukan penjumlahan dua bilangan biner 4-bit. Jumlah output disediakan untuk setiap bit dan resultan carry (C4) diperoleh dari bit keempat. Penambah ini menampilkan tampilan internal penuh ke depan di keempat bit. Ini memberi perancang sistem kinerja sebagian melihat ke depan pada penghematan dan pengurangan jumlah paket implementasi ripple-carry. Logika adder, termasuk carry, diimplementasikan dalam bentuk aslinya yang berarti bahwa end-around carry dapat dicapai tanpa kebutuhan akan logika atau inversi level.



- IC 74LS139


    Sirkuit MSI TTL yang dijepit Schottky ini dirancang untuk digunakan dalam penguraian kode memori atau aplikasi perutean data berkinerja tinggi yang membutuhkan waktu tunda propagasi yang sangat singkat. Dalam sistem memori berkinerja tinggi, dekoder ini dapat digunakan untuk meminimalkan efek dekode sistem. Ketika digunakan dengan memori berkecepatan tinggi yang menggunakan sirkuit pengaktifan cepat, waktu tunda dari dekoder ini dan waktu pengaktifan memori biasanya lebih kecil daripada waktu akses memori biasa. Ini berarti bahwa penundaan sistem efektif yang diperkenalkan oleh dekoder sistem yang dijepit Schottky dapat diabaikan.

    Semua decoder/demultiplexer ini memiliki input buffer penuh, yang masing-masing hanya mewakili satu beban yang dinormalisasi ke sirkuit penggeraknya. Semua input dijepit dengan dioda Schottky berperforma tinggi untuk menekan line-ringing dan untuk menyederhanakan desain sistem. SN54LS139A dan SN54S139 dicirikan untuk rentang operasi –55°C hingga 125°C. SN74LS139A dan SN74S139A dicirikan untuk pengoperasian dari 0 °C hingga 70 °C



4. Percobaan[Kembali] 

a. Langkah - langkah/ Prosedur Percobaan

- Siapkan seluruh alat dan komponen yang akan dipakai/ digunakan dalam proteus

- Mulai rangkai semua alat dan bahan pada proteus

- Atur nilai variable komponen

- Jalankan rangkaian

- Simulasi semua rangkaian menggunakan sensor yang digunakan

-Revisi jikalau melakukan kesalahan

-Lakukan simulasi

b. Gambar Rangkaian[Kembali]


c.Prinsip Kerja Rangkaian[Kembali]  

Pada rangakain ini sensor yang digunakan yaitu soil moisture sensor, sensor ldr, touch sensor, water sensor, sound sensor yang berjumlahkan total 5 buah. Komponen lain seperti, IC-72427, IC-74LS139 (demux) , IC-74LS83 sebaga IC full adder, lalu ada op-amp, power supply, resistor, transistor, motor, LED, relay, buzzer, potensiometer, relay, logicstate, ground, dc voltmeter.

Pada rangkaian soil moisture sensor, apabila tanah dalam keadaan cukup air output dari soil sensor akan mengeluarkan teg. sebesar 4,66 V yang diumpankan kepada resistor sehingga teg. sebesar 0,89 V akan menuju transistor, teg 0,89V ini dapat masuk ke kaki base transistor yang akan mengaktifkan transistor (0,7-0,8/lebih). Karena transistor dalam keadaan aktif maka power supply 12v akan mengeluarkan teg. menuju relay, kaki kolektor, emitor dan terakhir ke ground. karena pada relay ada tegangan maka switch pd relay akan bergerak ke kanan yang terhubung ke baterai dimana nantinya batterai akan dapat menghidupkan LED green yang menandakan cukupnya air pada tanah.

Lalu output pada soil dihubungkan juga ke pin input dr ic-74247 pada pin C, pada pin c merupakan rangkaian decoder yang akan memproses data biner dimana nantinya pada 7 segment akan menampilkan angka 4 yang dimana tanah pada kondisi cukup air sesuai pada true table (C aktif A,B,D tidak) maka akan mengeluarkan angka 4 pada 7 segment. jika tanah diposisi kurang air maka tida ada tegangan yang masuk ke ic-74247 sehingga akan menampilkan angka 0 yang berarti kurang air.

Apabila tanah kurang air maka kita dpt menggunakan 2 parameter yaitu 2 sensor LDR dan touch untuk keran, pada sensor LDR digunakan rangkaian op-amp iverting detector, dimana apabila mendeteksi suatu cahaya matahari, inverting detector akan aktif bila teg yang dihasilkan pada kaki input inverting lebih kecil drpd teg.referensi apabila lebih kecil maka op-amp akan mengeluarkan teg dr masing masing generator sehingga akan aktif. kemudian output dr sensor ldr dihubungkan ke ic-74247 pada pin A, pada rangkian ldr ini apabila teg input pada kaki inverting lebih kecil dr teg referensi pd non inverting maka op-amp akan aktif dana kan mengeluarkan teg sebesar 13,9v yang akan diumpankan kepada resistor sebesar 20 kOhm sehingga teg yg masuk pada kaki base trransistor sebesar 0,82v dimana dpt mengaktifkan suatu transistor tsb, maka dc generator akan mengeluarkan teg menuju ke relay, kaki kolektor, kaki emitor lalu terakhir ke ground disini digunakannya self bias. karena da teg pada relay td ini dpt mengaktifkan keran air yang berada diatas. sedangkan pada 7 segment aabila pin a aktif dan pin b c d tidak aktif maka akan menampilkan angka 1 yg menandakan kurang air dan kondisi keran yang aktif dengan sensor ldr.

Keran dapat aktif dengan touch sensor, apabila touch sensor diberi logika 1 maka teg pada touch sensor berupa 4,98v dimana teg ini akan diumpankan ke resistor sebesar 5kohm sehingga tegangan yang masuk pada kaki base transistor 0,88v yang diaman dpt mengaktifkan transistor, krn transistor aktif maka akan keluar teg dr dc generator menuju relay, kekaki kolektor lalu kaki emitor dan ground krn adanya teg pada relay ini maka switch akan bergerak dan menghidupkan keran. lalu pada ouput touch sensor dihubungka juga ke IC- decoder 74247 sehingga apabila pin b aktif dan a c d tidak aktif akan diproses pada 7 segment yang menampilkan angka 2 spt layaknya pada tabel kebenaran.

Lalu digunakan water level sensor dan sound sensor guna untuk membuang air berlebihan apabila pada musim hujan, pada water sensor ini ditempelkan pada dinding tanah lalu dipasangkan potensio meter dan juga op-amp lalu ada ic-74ls83, lalu ada transistor, relay dan buzzer yang diletakkan dekat sound sensor. apabila water sensor mendeteksi ketinggian air pada tanah maka op-amp akan aktif dan mengeluarkan teg sebesar 11v yang diumpakn ke resistor sebesar 10kohm yg menghasilkan teg sebesar 7,46v dnaa kan diproses pd rangkaian aritmatik dimasukkan pada pin A1 spt pada fungsi table apabila selain pin A1 low dan A1 pada kondisi high maka hasil dr rangkaian ic full adder ini akan menghasilkan s1 aktif dan s2 s3 s4 dan c4 dlm kondisi low atau tidak aktif, lalu output dihubungkan pd op-amp teg sbsr 5v pada kaki non inverting, lalu pada kaki pin inverting ini diambil feedback dr output op-amp ini sendiri sehingga teg op-amp sebesar 5v ini akan diumpakan pada resistor sebesar 10kohm yg menghasilkan teg 0,87v lalu menuju kaki base transistor yg dapat mengaktifkannya. lalu digunakan fixed bias yang menggunakan 2 resistor, krn transistor aktif maka power supply sebesar 12 v akan mengeluarkan teg menuju relay, kaki kolektor, kaki emitor dan ground. krn ada tegangan pada relay maka batterai sbsar 12 v dapat menghidupkan buzzer, yang akan membuatnya berbunyi kemudian akan dideteksi suara tsb pada sound sensor.

Maka sound sensor akan diset untuk berlogika 1 maka output dr sounde sensor akan mengeluarkan tegangan. Pin A pada demux dihubungkan pada output sound sensor apabila pin A dlm kondisi aktif dan pin B low maka pada rangkaian demux ic-74ls139 maka akan mnghasilkan output seperti pada function table Y0 aktif Y1 tidak aktif Y2 dan Y3 aktif, output pada rangkaian demux tadi yaitu Y0 akan dihubungkan pada transistor sebesar 4,80v diumpankan ke resistor sebesar 1kohm maka didapatkan teg sebesar 2,78v. pada transistor ini digunakan bias jenis voltage divider bias menggunakan 4 buah resistor, lalu teg pd transistor sebesar 0,74v dan dapat mengaktifkan suatu transistor shingga power supply 12v akan mengeluarkan teg ke relay, kaki kolektor, kaki emitor lalu ground. karena adanya teg pada relay batterai sbsr 9v akan dapat menghidupkan motor yg berfungsi sbg pembuang air apabila air tergenang pada kondisi musim hujan.


c. Video Simulasi[Kembali] 





d. Link download[Kembali] 

1. Download File Rangkaian Di Sini
2. Download Video Simulasi Di Sini
3. Download Datasheet Soil Moisture Sensor Di Sini
4. Download Datasheet Sensor LDR Di Sini
5. Download Datasheet Touch Sensor Di Sini
6. Download Datasheet Water Sensor Di Sini
7. Download Datasheet Sound Sensor Di Sini
8. Download Library Soil Moisture Sensor Di Sini
9. Download Library Touch Sensor Di Sini
10. Download Library Water Sensor Di Sini
11. Download Library Sound Sensor Di Sini
12. Download Datasheet Komponen :
    - Datasheet Baterai Di Sini
    - Datasheet Relay Di Sini
    - Datasheet Transistor Di Sini
    - Datasheet Resistor Di Sini
    - Datasheet Motor Di Sini
    - Datasheet Dioda Di Sini
    - Datasheet IC 74247 Di Sini
    - Datasheet Seven Segment Di Sini
    - Datasheet IC 74LS83 Di Sini
    - Datasheet IC74LS139  Di Sini
13. Download File HTML Di Sini

Ujian Tengah Semester - Soal 3